Penggunaan Kemasan Makanan dan Minuman Sekali Pakai

Anggita Aisyah Ardelia | 04 Apr 2021

Di masa pandemi saat ini, pemerintah memberikan kebijakan untuk melakukan Work From Home (WFH) yang mana sebagian aktivitas kita dihabiskan di rumah saja. Seiring dengan lamanya waktu yang dihabiskan di rumah, telah terjadi peningkatan volume produksi sampah di rumah dan penurunan sampah di lokasi publik dan komersil (Suriyani, 2020). Hal ini didukung dengan pembatasan aktivitas yang membuat sebagian masyarakat memilih untuk berbelanja online dan juga meningkatnya penggunaan layanan delivery makanan menggunakan jasa transportasi online. Menurut riset yang dilakukan oleh LIPI mengenai ‘Dampak PSBB dan WFH Terhadap Sampah Plastik di kawasan JABODETABEK’ pada April-Mei 2020, menunjukkan bahwa masyarakat jabodetabek mengalami peningkatan dalam berbelanja online yang sebelumnya 1-5 kali dalam sebulan, menjadi 1-10 kali per bulan.  Selain itu, dengan penggunaan layanan pesan antar, 96% kemasan makanan maupun minuman, dibungkus dengan plastik tebal dengan bubble wrap, selotip, bungkus plastik yang mana semuanya berbahan dasar plastik (LIPI, 2020).

Bagaimana kemasan makanan dapat meningkatkan jumlah sampah plastik?

Kemasan makanan yang digunakan pada restoran seperti kardus, kotak makan mika, dan styrofoam, terdapat pula kemasan plastik sekali pakai lainnya yang mendukung bertambahnya penggunaan sampah plastik seperti kantong plastik, botol plastik, sedotan plastik, sendok plastik, garpu plastik, sumpit plastik, dan lain-lain. Seperti yang dibagikan dalam postingan instagram @021suarasampah melihat bahwa dalam satu kemasan makanan, dapat diperkirakan terdapat lima sampah yaitu satu kantong plastik, dua kardus, dua sticker, dan beberapa sampah lainnya yang terdapat di dalam kemasan makanan tersebut seperti sendok dan plastik yang membungkus makanan kecil lainnya. Hal ini tentu dapat kita perkirakan, bagaimana jika kita memesan sebuah makanan untuk satu keluarga dengan jumlah box yang lebih banyak dan artinya semakin 

banyaknya pesanan makanan tentu banyaknya pula sampah yang dihasilkan dalam kesehariannya.